Mereka Sudah Tunangan, Namun Pernikahan Mereka Hampir Gagal karena "Perkataan Pria yang Konyol" Ini!

Budi berkata, "Setelah menikah, wanita tentu saja harus mementingkan rumah tangga, jangan sering-sering bepergian. Harus bisa masak dan masuk dapur, bisa cuci baju dan lainnya. Wanita harusnya bisa berjuang juga untuk rumah tangga, bisa ikut menanggung beban pengeluaran, bisa menganggap keluargaku sebagai keluarganya sendiri. Istri yang baik harus bisa merawat suaminya dengan baik."

Lisa yang mendengarnya pun heran dan tidak mengerti. Lantas, dia menikah untuk apa? Untuk jadi pembantu?

Sponsored Ad

Lisa pun berkata, "Aku mencintaimu, sama banyaknya dengan cintamu kepadaku. Namun setelah menikah, kenapa aku harus berubah begitu banyak? Demi  jadi istrimu, aku hanya bisa punya satu teman, yaitu kamu. Aku masih harus jadi tukang masak. Kamu bila menikahiku, berarti di sisimu akan bertambah satu orang saja. Namun aku yang menikah denganmu, di sisiku malah bertambah kamu dan 1 keluargamu. Kamu bisa melewati hari-hari seperti biasa.. Sedangkan aku.. harus melepaskan kehidupanku yang dulu."

Sponsored Ad

Budi yang mendengarnya lantas marah. "Demi menikahimu, aku harus berjuang dan hidup menderita. Aku harus punya mobil, punya rumah, berhemat seumur hidup, dan itu semuanya demi bisa mempunyai istri. Jadi istri harus bertanggung jawab merawat rumah, merawat suami dan anak."

Sponsored Ad

Karena konsep kebanyakan lelaki seperti itu, semakin banyak wanita yang tidak ingin menikah dan memilih hidup sendiri.

Sponsored Ad

Bila suatu hari, ada seorang wanita tidak ingin menikah dan sang pria keheranan. Pikirkanlah baik-baik, bila menikah, untungnya apa untuk sang wanita?
Karena menikah, wanita harus meninggalkan orang tua dan merawat suami serta orang tua suami. 

Sponsored Ad

Karena menikah, wanita harus hamil dan kesulitan bergerak selama 9 bulan lebih, semuanya itu demi melahirkan anak yang akan semarga dengan suami.

Setelah melahirkan, fisik wanita harus berubah dan masih ada efek sampingnya. Lantas bagaimana dengan lelaki? Tidak ada efek samping apa-apa.

Sponsored Ad

Karena menikah, wanita harus bangun pagi-pagi sekali menyiapkan sarapan lalu bekerja. Malamnya masih harus memasak, mengerjakan pekerjaan rumah dan merawat anak. Sedangkan pria tidak ada perubahan yang signifikan. Bila istrinya bekerja, suami malah merasa beban rumah tangga berkurang karena pengeluaran keluarga ditanggung berdua. Ditambah lagi, tidak perlu membayar biaya pembantu.

Sponsored Ad

Karena menikah, wanita harus beradaptasi dan berhadapan dengan keluarga sang suami. Lah, suami bagaimana?

Sponsored Ad

Apa yang diinginkan wanita sebenarnya tidak banyak. Mereka hanya ingin keluarga yang hangat, dan seorang pria yang menyayanginya. 

Bila menikah, suami dan istri harusnya bersatu untuk berjuang bersama, saling membantu dan saling menghargai. Jangan pernah menjadikan kebiasaan hidup sebagai suatu keharusan.

Sebelum menikah, rundingkanlah terlebih dahulu dengan calon suami/istri bagaimana membangun rumah tangga bersama. Menikah bukanlah permainan, sekali menikah, jalanilah dan berusaha pertahankan sampai akhir hayat. 

Sponsored Ad

Bagi yang ingin mempunyai istri, jadilah suami yang baik, yang menghargai segala pengorbanan istri. 

Bersama-samalah mengerjakan pekerjaan rumah, atau bagilah pekerjaan rumah. Jangan hanya menyerahkan semuanya untuk dikerjakan istri, karena istri bukanlah dinikahi untuk jadi pembantu.

Sekali-kali, berikan hiburan untuk istri, misalnya menonton bioskop, berjalan-jalan, atau makan di restoran. Untuk membahagiakan istri tidak susah kok, perhatian-perhatian kecil suami sudah cukup membuat istri merasa bahagia. 

Tentu saja istri juga harus melaksanakan perannya sebagai istri dengan baik. Berikan juga perhatian dan dukungan kepada suami. Jangan hanya mengomeli suami dan mengeluh gaji suami yang rendah. Yang diinginkan suami adalah rumah yang hangat. Berikanlah kebutuhan suami itu.

Setiap rumah tangga yang harmonis ada pasangan yang tahu bagaimana menghargai satu sama lain dan saling perhatian. Bila suami dan juga istri melakukannya, alhasil akan menciptakan pernikahan yang bahagia.

Sumber: woman