Umur 3 Tahun Jadi Pengemis, 13 Tahun Jadi Penari di Klub, 45 Tahun Berlalu, Kondisi Hidupnya Sekarang Bikin Orang Angkat Jempol!

Kebanyakan orang mungkin melihat bahwa artis-artis wanita adalah orang-orang yang hidup dalam kehidupan yang glamor dan mewah. Namun, tidak semua artis-artis ini sebelum menjadi artis pun sudah hidup dalam gemerlap kemewahan. Ada banyak sekali artis yang harus menjalani hidup yang sangat sulit sebelum mencapai puncak popularitas seperti sekarang ini, sebut saja misalnya artis dunia seperti Oprah Winfrey, Celine Dion, atau artis Indonesia seperti Inul Daratista.

Sponsored Ad

Sebelum kaya raya dan tajir melintir seperti sekarang ini, beberapa artis dulunya justru sangat miskin. Begitu pula dengan artis satu ini, yang bernama Zhao Liying. Zhao Liying adalah gadis desa yang benar-benar mengandalkan dirinya sendirinya dan mengandalkan bakat aktingnya bisa merubah hidupnya ke arah yang lebih baik! Sama seperti Zhao Liying, Kara Hui pun adalah contoh artis yang awalnya miskin dan sekarang berhasil dinobatkan sebagai ‘Ratu Akting’ yang pernah mendapatkan penghargaan Golden Horse Award.

Sponsored Ad

Kara Hui sebenarnya adalah anak dari keluarga kaya raya, namun saat dirinya berusia 3 tahun, keluarganya jatuh bangkrut karena sang ayah ditipu oleh rekan bisnisnya. Keluarga Kara Hui kehilangan seluruh harta kekayaan yang sampai membuat mereka untuk mengisi perut, Kara Hui sampai harus mengikuti ibunya untuk pergi ke jalan dan mengemis meminta sedekah dari orang-orang.

Sponsored Ad

Dari yang awalnya tinggal di rumah besar dan elit, Kara Hui pindah tempat tinggal di rumah-rumah kayu tua di daerah pegunungan Hong Kong. Rumah yang mereka tinggali bahkan rumah yang mereka bangun sendiri. Sang ayah menggunakan botol-botol bekas untuk membangun rumah. Saat terjadi angin topan besar, rumah tersebut pun langsung ambruk dalam sekejap mata dan harus dibangun lagi setelah topan mereda. Menunggu rumah selesai dibangun, Kara Hui berlindung dari hujan dan panas di bawah tangga sebuah rumah susun.

Sponsored Ad

Menginjak umur 13 tahun, Kara Hui memutuskan untuk menjadi penari di klub malam untuk membantu kebutuhan finansial keluarganya. Penari di klub malam adalah pekerjaan yang dianggap rendah oleh orang-orang, namun Kara Hui tidak peduli dengan pandangan orang-orang dan tetap terjun ke dunia hiburan malam itu.

Siapa yang bisa menyangka bahwa keputusan Kara Hui adalah keputusan yang terbilang tepat. Di klub malam itulah Kara Hui berkenalan dengan sutradara Chang Cheh, yang kemudian membawanya masuk ke dunia entertain. Pada saat itu, Chang Cheh sedang mencari pemeran untuk filmnya yang berjudul The Legend of the Condor Heroes. Chang Cheh kemudian melihat bahwa gadis-gadis yang menari di atas panggung begitu cantik, ia lalu mengajak keempat gadis itu untuk mengikuti audisi.

Sponsored Ad

Keesokan harinya, salah satu rekan kerja Kara Hui mendapat kabar bahwa dirinya lolos audisi dan mendapatkan peran utama. Ketika itu Kara Hui merasa sangat kecewa dan sedih. Siapa sangka ternyata selain rekan kerjanya, Kara Hui pun lolos audisi dan mendapat peran sebagai Mu Nianci. Tanpa peduli siapa itu Mu Nianci dan akan memerankan tokoh seperti apa, Kara Hui langsung senang dan setuju untuk bergabung dengan Shaw Brothers Studio. Kara Hui menandatangani kontrak selama 5 tahun.

Sponsored Ad

Di usia 22 tahun, Kara Hui menjelma sebagai aktris papan atas dan memenangkan penghargaan aktris terbaik dalam Hong Kong Film Awards untuk perannya dalam film My Young Auntie. Setelah mendapatkan penghargaan ini, hidup Kara Hui pun mengalami perubahan yang sangat besar. Kara Hui mulai sibuk membintangi banyak film, yang kebanyakan merupakan film seni bela diri. Kara Hui menjadi artis wanita paling populer pada waktu itu.

Sponsored Ad

Namun, tetap saja dalam hidup ini pasti selalu saja mengalami pasang surut. Setelah berkiprah beberapa tahun di dunia perfilman, karir Kara Hui pun mulai mengalami penurunan. Pada awal tahun 1990-an film-film seni bela diri Hong Kong mulai menurun dan film-film sastra, drama dan percintaan lebih diminati penonton. Kara Hui sempat merasa depresi karena dirinya mulai dilupakan dan tidak ada lagi sutradara yang menghubunginya untuk mengajaknya bermain film baru. Kara Hui sampai merasa bahwa dirinya sudah mulai menua, parasnya sudah tidak cantik lagi dan tidak bisa bersaing dengan artis-artis baru, ia pun memutuskan untuk bunuh diri.

Sponsored Ad

Beruntung, aksi bunuh dirinya ini gagal dan ia berhasil diselamatkan. Akhirnya Kara Hui istirahat dari dunia entertain selama 9 bulan lamanya sebelum kembali lagi berkarya di layar kaca. Begitu ia kembali, Kara Hui harus menerima kalau dirinya hanya bisa bermain menjadi pemeran pendukung. Walau demikian, Kara Hui lebih bisa berpikir positif dan tidak mempermasalahkan hal itu. Bagi Kara Hui yang terpenting adalah dirinya bisa tetap bermain film.

Sponsored Ad

Kara Hui pun merasa bahwa hal ini sekaligus bisa melatih dan mengasah kemampuan aktingnya. Akhirnya pada tahun 2010, ketika dirinya sudah menginjak usia 50 tahun, dengan film The End of Daybreak yang ia bintangi, Kara Hui kembali menahbiskan dirinya sebagai aktris wanita terbaik di penghargaan Golden Horse Award. Kara Hui harus menunggu 28 tahun lamanya untuk bisa sekali lagi berdiri dan memegang piala penghargaan paling bergengsi itu.

Kara Hui menyadari bahwa dalam asal manusia hidup, semuanya bisa saja dicapai. Satu hal yang paling ia sesali adalah ia pernah mencoba untuk mengakhiri hidup. Kemudian, di akhir tahun 2017, Kara Hui kembali memenangkan penghargaan pemeran utama wanita terbaik dan aktris wanita terbaik dalam penghargaan Golden Horse Award. Kara Hui mengatakan,”Aku telah mengalami pasang surut dalam kehidupan ini. Aku bahkan pernah merasakan hidup dan mati. Namun, tidak peduli apapun yang terjadi, selama kamu masih bernafas, kamu akan selalu memiliki kemungkinan untuk sukses! Jadi, jalanilah hidupmu dengan baik!”

Sekarang Kara Hui telah menginjak usia 58 tahun dan mulai secara bertahap menitikberatkan tujuan hidupnya pada kehidupan pribadinya. Ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk dirinya sendiri dan mencari pasangan hidup yang tepat untuknya. Kara Hui berkata,”Wanita berusia 70 tahun pun masih bisa memiliki anak. Aku berharap aku bisa menjadi ibu sebelum usiaku menginjak 60 tahun. Meskipun aku tidak muda lagi, tapi aku tetap bisa memberikan kasih sayang sepenuhnya bagi anak-anakku kelak.”

Semoga Kara Hui bisa menemukan pasangan hidupnya, lalu memiliki anak sesuai cita-citanya ya! Dengan begini hidupnya pasti akan lebih berwarna dan bahagia. Semangat Kara Hui!!!


Sumber: Foyuan