Bergaji Tinggi di Perusahaan Minyak, Namun Pria Ini Lebih Pilih Keluar Demi Rawat Ibu!

Tidak ada yang menghangatkan hati kita seperti kisah kesalehan Azrul Nizam Azali dari Kedah.

Dia memutuskan untuk mengutamakan keluarga, ketika ia berhenti dari pekerjaannya di sebuah pabrik minyak di Terengganu. Alasannya untuk merawat ibunya yang sakit.

Itu belum semuanya, dia belajar cara membuat kue dan biskuit online, dan sekarang mendapatkan penghasilan yang cukup murah untuk mendukung biaya medis ibunya.

Sponsored Ad

Ibunya, Fatimah Ariffin yang berusia 64 tahun, menderita penyakit gin jal yang telah memburuk selama lebih dari tiga tahun.

Azrul mengambil tanggung jawab, karena saudara kandungnya yang lain tidak dapat memberikan perawatan penuh yang dibutuhkannya.

Tanpa pekerjaan tetap, Azrul berimprovisasi dan mulai belajar cara membuat kue dan biskuit dari tutorial online dan kelas memasak, sehingga ia bisa mendapatkan uang.

Sponsored Ad

"Setelah saya belajar cara membuat kue, saya memutuskan untuk mempromosikan bisnis kue online saya, meskipun pada awalnya saya ragu karena takut bahwa saya tidak akan memiliki pelanggan," ujarnya kepada Harian Metro.

Kerja kerasnya telah membuahkan hasil, karena dia mengatakan dia sekarang menghasilan uang yang cukup untuk membiayai obat ibunya dari Rumah Sakit Sultanah Bahiyah (HSB) setempat.

Melalui media sosial bisnis kue-nya menunjukkan ia menjual berbagai kue, cupcakes, dan banyak lagi yang menggiurkan.

Sponsored Ad

Dari kue ulang tahun bertema Minion yang menggemaskan hingga kue mangkuk berbentuk mawar, sudah jelas bagaimana Azrul sampai ke posisinya sekarang, dengan basis pelanggan yang loyal.

Ia pun telah mengubah lantai bawah rumahnya menjadi area penyimpanan obat yang bisa digunakan sebagai klinik mini bagi orangtuanya.

Sponsored Ad

Namun, ibu Azrul bukan satu-satunya anggota keluarga yang dijaganya. Setelah mendapatkan kemalangan ibunya, ternayta saudara laki-lakinya Azmaruddin yang menderita diabe*s, kini tidak bisa berjalan.

Kakak perempuan sulungnya memiliki dua anak kecil yang harus dirawat, dan saudara Azrul yang lain juga memiliki keluarga sendiri, kecuali saudara bungsu yang masih bersekolah.

Ini hanya menyisakan Azrul, yang menjalankan bisnisnya sendiri, dengan fleksibilitas untuk menjadi pengurus penuh waktu keluarganya.

Sponsored Ad

"Saudaraku diharuskan pergi untuk perawatan tindak lanjut setiap minggu di Rumah Sakit Sultan Abdul Halim, dan fisioterapi di Rumah Sakit Yan, untuk mendapatkan kembali gerakan di tubuhnya," ujarnya.

Dia mengeluarkan permohonan bantuan dari Departemen Kesejahteraan Sosial (JKM) dan Lembaga Zakat Kedah (LZNK), untuk meringankan beban keuangannya, yang semakin diperparah karena ayahnya yang berusia 68 tahun tidak lagi bekerja.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kesabaran Azrul, ia lebih mengutamakan keluarga dan ibunya dibanding pekerjaannya yang sebenarnya bisa memberikan ia banyak uang. Sungguh bakti yang luarbiasa, karena ia tau selagi orangtuanya ada dan ia mampu untuk berbakti maka itu adalah kesempatan bagi ia. Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa berbakti dan mengutamakan orangtua ya.


Sumber: Rakyatku