Cewek Ini Diremehkan Karena Memilih Menjadi TKI setelah Lulus SMA, Siapa Sangka Hal Membanggakan Inilah yang Dia Persembahkan!

Seorang siswi yang baru saja lulus SMA memutuskan untuk menjadi TKI di Taiwan. Awalnya keputusannya tersebut ditentang oleh sang ayah, karena ayahnya khawatir jika Ia bekerja di luar negeri. Namun Niken bersikeras untuk menjadi TKI karena menurutnya jika dia tidak bisa kuliah dan harus bekerja di daerahnya, maka uang yang dia dapatkan juga hanya sedikit sedangkan untuk menghidupi dirinya dan ayahnya dengan layak, maka dia harus bekerja dan mendapatkan gaji yang besar. Akhirnya ayahnya merelakan kepergian Niken.  

Sponsored Ad

Sebelum pergi, Niken mendapat telepon dari temannya yang akan meneruskan kuliah di salah satu universitas. Temannya menanyakan kemana Niken akan berkuliah. Nikan mengatakan bahwa dia tidak akan kuliah. Dia akan pergi ke luar negeri untuk menjadi TKI. Temannya terdengar meremehkan pekerjaan sebagai TKI.

“Kamu kan pintar, kenapa harus jadi TKI?” tanya temannya.

“Saya hanya ingin bekerja. Kamu sukses ya kuliahnya.”

Akhirnya Niken pun tiba di rumah majikan di Taiwan. Niken yang bisa berbahasa Mandarin tidak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan majikannya. Untunglah majikan Niken sangat baik.

Sponsored Ad

Setelah beberapa bulan bekerja, Niken tidak menginginkan libur, dia hanya bekerja dan bekerja. Menurutnya tidak ada yang menarik dengan teman-teman TKInya. Namun teman Niken mengatakan bahwa apa yang dia lihat itu hanya sebagian kecil TKI di Taiwan, sedangkan sebagian besar lainnya sangat kreatif. Mereka mendirikan berbagai komunitas, mulai dari fotografi hingga nasyid.

Mengetahui hal ini, Niken pun mulai membuka diri untuk bergaul dengan teman-teman TKI lainya. Siapa sangka dari sini akhirnya Niken dapat menyalurkan bakatnya, dan berhasil menjadi pemenang utama cover majalah Intai di tahun 2016.

Sponsored Ad

Niken bangga dengan pencapaiannya. Nikan adalah satu dari sekian banyak TKI yang telah berhasil membawa kehidupan layak bagi keluarga. Dengan senyum merekah, Niken menelpon ayahnya di kampung, di Indonesia.

Sponsored Ad

“Pak, aku berhasil.” Satu kalimat yang terucap dari bibir Niken. Sesuatu yang akhirnya dapat Ia banggakan. TKI bukan hanya sekedar pahlawan devisa yang dipandang rendah oleh rakyat Indonesia, mereka juga adalah pahlawan bagi keluarga mereka. Mereka adalah sama rakyat Indonesia yang berhak untuk dihargai. Mereka bisa.

Sumber: youtube


Kamu Mungkin Suka