Ini Syarat Yang Diperlukan Untuk Pasien Corrona Bisa Klaim Biaya Perawatan!

Lama tak kelihatan batang hidungnya, Menteri Kesehatan Dr. Terawan baru saja menandatangani aturan baru.

Aturan baru ini dirasa cukup melegakan bagi para pasiien yang terinfeksi Covid-19.

Sponsored Ad

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meneken Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) RI Nomor HK.01/07/ MENKES/446/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan pasiien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu bagi Rumah saakit yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virrus Diseease 2019 ( Covid-19).

Dilansir dari siaran pers Kemenkes, Kamis (23/7/2020), Keputusan Menteri Kesehatan itu merupakan penyempurnaan dari KMK sebelumnya bernomor HK.01/07/MENKES/238/2020.

Sponsored Ad

Pada KMK yang baru, secara rinci diatur peran dan fungsi dari kementerian/lembaga dan badan yang terlibat, yakni Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan provinsi/kabupaten/kota, dan rumah saakit.

Kemudian, pembiayaan pasiien yang dirawat dengan penyakit infeksi emerging (PIE) tertentu, termasuk infeksi Covid-19, dapat diklaim ke Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Klaim pembiayaan ini berlaku bagi pasiien yang dirawat di rumah saakit yang menyelenggarakan pelayanan penyakit infeksi emerging tertentu.

Sponsored Ad

Kriteria pasiien yang dapat diklaim biaya pelayanannya, antara lain:

1. Kriteria pasiien rawat jalan

a. pasiien suspek dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, melampirkan bukti pemeriksaan laboratorium daarah rutin dan x-ray foto thorax. Bukti x-ray foto thorax dikecualikan bagi ibu hamil dan pasiien dengan kondisi medis tertentu yaitu kondisi tidak dapat dilakukan pemeriksaan x-ray foto thorax seperti pasiien gangguan jiwa, gaduh gelisah, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari DPJP.

Sponsored Ad

b. pasiien konfirmasi Covid-19 dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, melampirkan bukti hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR dari rumah saakit atau dari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

2. Kriteria pasiien rawat inap

a. pasiien suspek dengan usia 60 (enam puluh) tahun dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, pasiien usia kurang dari 60 (enam puluh) tahun dengan komorbid/penyakit penyerta, dan pasiien ISPA berat/peneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah saakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Sponsored Ad

b. pasiien probable

c. pasiien konfirmasi

1) pasiien konfirmasi tanpa gejala, yang tidak memiliki fasilitas untuk isolasi mandiri di tempat tinggal atau fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala Pukesmas.

2) pasiien konfirmasi tanpa gejala dengan komorbid/penyakit penyerta.

3) pasiien konfirmasi dengan gejala ringan, sedang, berat/kritis.

d. pasiien suspek/probable/konfirmasi dengan co-insidens

Adapun kriteria pasiien rawat jalan dan rawat inap berlaku bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, termasuk tenaga kesehatan dan pekerja yang mengalami Covid-19 akibat kerja, yang dirawat pada rumah saakit di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sponsored Ad

Identitas pasiien tersebut dapat dibuktikan dengan:

1. Untuk WNA: paspor, KITAS atau nomor identitas UNHCR.

2. Untuk WNI: Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga, atau surat keterangan dari kelurahan.

3. Orang telantar: surat keterangan dari dinas sosial.

4. Apabila semua identitas tersebut tidak dapat ditunjukkan, maka bukti identitas dapat menggunakan surat keterangan data pasiien yang ditandatangani oleh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dan diberi stempel dinas kesehatan kabupaten/kota. Surat keterangan data pasiien dari dinas kesehatan kabupaten/kota diajukan oleh rumah saakit kepada dinas kesehatan kabupaten/kota. Untuk itu, dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota harus mempersiapkan daftar pasiien Corrona Virrus Diesease 2019 (Covid-19) yang berada di wilayah kerja atau dilakukan pengecekan terhadap daftar pasiien melalui Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) dari dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.

Sponsored Ad

5. Apabila semua identitas tidak dapat ditunjukkan, maka bukti identitas dapat menggunakan Surat Keterangan/Surat Jaminan Pelayanan (SJP) dari pimpinan rumah saakit.

Kemudian, rumah saakit yang dapat melakukan klaim biaya penanganan Covid-19 adalah rumah saakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu dan rumah saakit lain yang memiliki fasilitas untuk melakukan penatalaksanaan dan pelayanan kesehatan rujukan pasiien (Covid-19) termasuk rumah saakit lapangan/rumah saakit darurat.

Sponsored Ad

Pelayanan yang dapat dibiayai dalam penanganan pasiien Covid-19, antara lain administrasi pelayanan, akomodasi (kamar dan pelayanan di ruang gawat darurat, ruang rawat inap, ruang perawatan intensif, dan ruang isolasi), jasa dokter, tindakan di ruangan, pemakaian ventilator, pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium dan radiologi sesuai dengan indikasi medis), bahan medis habis pakai, obat-obatan, alat kesehatan termasuk penggunaan APD di ruangan, ambulans rujukan, pemulasaraan jenazah, dan pelayanan kesehatan lain sesuai indikasi medis.


Sumber  : Grid 

Kamu Mungkin Suka